Bahasa resmi & kerja UNESCO. Terjemahan otomatis oleh Google Translate.
Inovasi pertanian di Indonesia terus berkembang, termasuk di Dusun Gunung Kura, Desa Mentigi, yang mengadopsi konsep pertanian berkelanjutan dengan menanam kangkung dalam botol bekas sebagai media tanam. Langkah kreatif ini merupakan solusi inovatif untuk memanfaatkan barang-barang bekas dan mendukung pertanian perkotaan.
Penanaman kangkung dalam botol bekas memiliki banyak manfaat. Selain memanfaatkan limbah plastik yang biasanya sulit terurai, teknik ini juga memungkinkan pertanian vertikal yang efisien di lingkungan perkotaan yang sempit. Dengan menggunakan botol bekas, petani dapat memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk menanam kangkung secara mandiri.
Keuntungan lainnya adalah teknik ini membutuhkan penggunaan air yang lebih sedikit daripada pertanian konvensional. Dengan memanfaatkan botol bekas yang diisi dengan air, kangkung dapat tumbuh dengan baik tanpa perlu menyiram tanaman secara teratur. Hal ini membantu mengurangi konsumsi air dan menjaga keberlanjutan lingkungan.