Festival Layang-Layang Musim Kedua yang diadakan di Desa Mentigi pada tanggal 26-28 Agustus 2024 menjadi sorotan utama bagi masyarakat dan penggiat seni budaya. Acara ini bukan hanya merayakan keindahan layang-layang yang berwarna-warni, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antar desa dengan melibatkan peserta dari berbagai kampung dan daerah.
Festival ini diikuti oleh peserta dari berbagai desa di sekitar Mentigi, termasuk Desa Tanjung Rusa, Desa Padang Kandis, dan Desa lainya. Keberagaman peserta ini menjadi daya tarik tersendiri, karena masing-masing desa membawa ciri khas dan teknik pembuatan layang-layang yang berbeda. Setiap layang-layang yang diterbangkan mencerminkan kreativitas masing-masing peserta.
Peserta tidak hanya terdiri dari kalangan anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang memiliki pengalaman dalam membuat dan menerbangkan layang-layang. Hal ini menunjukkan bahwa festival ini bukan hanya untuk hiburan anak-anak, tetapi juga sebagai ajang unjuk kebolehan bagi para penggiat seni dan budaya.
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah beragamnya jenis layang-layang yang dipamerkan. Dari layang-layang tradisional yang terbuat dari kertas dan bambu, sampai layang-layang modern yang menggunakan bahan sintetis dan desain yang inovatif. Setiap peserta berusaha untuk membuat layang-layang yang tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki daya terbang yang baik.
Kompetisi layang-layang terbagi menjadi beberapa kategori, seperti layang-layang tradisonal, layang-layang kreasi, dan layang-layang dengan penerbangan terpanjang. Penilaian dilakukan oleh para juri yang berpengalaman dalam bidang ini, dan setiap pemenang mendapatkan hadiah menarik serta sertifikat penghargaan.
Selain kompetisi layang-layang, festival ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung lainnya. Terdapat kuliner makanan lokal yang menyajikan berbagai kuliner khas Desa Mentigi dan sekitarnya. Masyarakat dapat menikmati hidangan lezat sambil menikmati pertunjukan layang-layang yang terbang di angkasa.
Festival Layang-Layang di Desa Mentigi bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya lokal. Dengan melibatkan masyarakat dari berbagai desa, festival ini berfungsi sebagai wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam seni pembuatan layang-layang. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya lokal.